Tren Peralatan Industri di Era Industri 4.0
Rabu, 18 Juli 2018 22:41 


 

Komisaris PT Kawan Lama Sejahtera, Tony Sartono (kiri) bersama Maysia Stephanie, Project Director Pamerindo Indonesia (kedua dari kiri) saat kunjungan ke stan pameran Manufacturing Surabaya 2018 yang dimulai Rabu (18/7/2018). 
 
SURYA.co.id| SURABAYA - Era industri 4.0 membuat pabrik membutuhkan peralatan dengan teknologi yang memiliki kemampuan cepat, murah dan mudah dalam operasionalnya, untuk mendorong harga produk menjadi lebih efisien dan mampu bersaing dalam segala lini penjualan.
"Tak hanya peralatan, sistem produksi, sistem penjualan dan sistem distribusi, saat ini juga memerlukan keringkasan dan kemudahan," kata Tony Sartono, Komisaris PT Kawan Lama Sejahtera, disela pembukaan gelar pameran Manufacturing Surabaya 2018 di Grand City Convention & Exhibition Surabaya, Rabu (18/7/2018).
 
Karena itu sebagai perusahaan distributor peralatan industri dan teknik, Kawan Lama menyediakan sistem untuk mempermudah dalam melakukan pembelian dan transaksi di era digital saat ini.

Yaitu melalui sistem Omni-channel, yang memiliki empat kanal, diantaranya pesan Sales consultant, store yang tersebar di 18 kota, perdagangan elektronik dan mobile Application Kawanlama.com.
 
"Industri saat ini juga memerlukan teknologi untuk mendukung kegiatannya. Selain peralatan, sistem juga menjadi hal penting," lanjut Tony.
Sistem ini dikenalkan dalam pameran yang berlangsung hingga Sabtu (21/7/2018) mendatang. Selain sistem dalam pameran itu, mesin-mesin otomatisasi yang menjadi pendorong era industri 4.0 juga ditampilkan. Mesin-mesin itu telah dibenamkan teknologi dengan sistem yang terintegrasi.
 
Antara lain sheet mental machine, yang menggunakan teknologi laser. Cutting tool, production tool, mental cutting, welding equipment, hingga marking machine dari brand ternama.
 
Suranto, Kadiv pemasaran PT SIER-PIER, yang juga menampilkan produk kawasan industri dalam pameran tersebut, menambahkan, ditengah era industri 4.0, pihaknya juga menyediakan kawasan industri yang terintegrasi.
 
"Misalnya di SIER (Surabaya Industrial Estate Rungkut) kami tawarkan gedung perkantoran di Wisma SIER. Sementara di PIER (Pasuruan Industrial Estate Rembang) kami masih ada lahan yang bisa dibeli untuk industri. Saat ini ada 50 hektar yang ready stok," jelas Suranto.
Disebutkan Suranto untuk mendukung trend industri saat ini, kawasan SIER dan PIER sudah dilengkapi dengan jaringan gas, listrik, air dan jaringan internet. Termasuk jaringan pengolah limbah industri yang terintegrasi dan aman bagi lingkungan.
 
"Nilai lebih ini kami berikan untuk mengikuti tren kebutuhan industri saat ini," tambah Suranto.
Selama pameran Toni dan Suranto mengaku mereka tidak memasang target angka penjualan. Karena kegiatan ini merupakan jangka panjang, tidak harus melakukan transaksi saat pameran.
"Bisa jadi setelah pertemuan dalam pameran ini, baru berlanjut transaksi kemudian sesuai kebutuhan pabrik," tambah Toni.

Sementara itu, Maysia Stephanie, Project Director Pemerindo Indonesia, sebagai penyelanggara mengatakan, kegiatan ini merupakan dukungan bagi industri di Jatim untuk meningkatkan dan mendapatkan tempat B2B (Bussiness to Bussiness) dalam mengembangkan usahanya.
"Jawa Timur memiliki industri yang beragam dan besar. Kebutuhan akan teknologi peralatan maupun sistem industri yang mendorong peningkatan produk, pemasaran, kemasan dan lainnya yang dibutuhkan," ungkap Maysia.
 
Diakui Maysia, memang ada keluhan saat ini kondisi industri sedang stagnan. Namun industri harus terus berjalan, sehingga pihaknya optimis akan bisa menarik pengunjung. "Impacnya tentu jangka panjang dan itu yang membuat kami optimistis," tandas Maysia.

Penulis: Sri Handi Lestari    
Editor: Eben Haezer Panca