Industri Manufaktur Jatim Masih Sangat Seksi
Kamis, 19 Juli 2018 10:35 WIB


 

jpnn.com, SURABAYA - PT Pamerindo Indonesia menilai pertumbuhan industri manufaktur di Jawa Timur masih terbuka lebar.
Karena itu, perseroan mengadakan pameran business-to-business (B2B) di Grand City Convention & Exhibition Surabaya.
 
Project Director Pamerindo Indonesia Maysia Stephanie menyatakan, pameran yang berlangsung untuk kali ke-14 itu mempertemukan industri manufaktur di Jatim dengan perusahaan penyedia kebutuhan industri.
 
Di antaranya, machine tool, pengemasan, plastik, mould and die machinery, industrial automation and logistic, serta tool and hardware.
’’Jadi, ada mesin dan peralatan pendukung, termasuk jasa untuk kepentingan usaha industri manufaktur di Jatim,’’ kata Maysia, Rabu (18/7).
Mesin maupun peralatan pendukung itu disuplai dari berbagai negara seperti Jepang, Tiongkok, Jerman, Amerika, Italia, India, hingga Taiwan.
Total ada 21 negara yang berpartisipasi sebagai peserta pameran.
 
Karena pameran bersifat B2B, pihaknya tidak mengantongi target transaksi selama event yang diikuti 270 perusahaan itu.

’’Tidak semua transaksi berlangsung ketika pameran. Bisa setelahnya,’’ tambah Maysia.
 
Namun, dia optimistis pemasaran melalui pameran masih menjanjikan. Sebab, hampir 75 persen peserta pameran secara reguler berpartisipasi.
Bahkan, tahun ini ada sepuluh perusahaan baru yang masuk dan mendaftar sebagai peserta pameran.
 
Komisaris Kawan Lama Sejahtera Tony Sartono menuturkan, mesin-mesin otomasi yang dipamerkan telah dibenamkan sistem yang terintegrasi.
Selama ini, pihaknya menggarap beberapa sektor seperti pabrik komponen otomotif, pabrik komponen pesawat, pertambangan, hingga sektor minyak dan gas.
 
’’Nah, di Jatim, karakteristik industri manufaktur tidak spesifik. Tapi, peluangnya besar,’’ kata Tony.
 
President Director First Machinery Santosa Iswaratioso menambahkan, kontribusi pameran terhadap penjualan cukup besar.
Ada kenaikan 20–30 persen jika dibandingkan dengan bulan-bulan biasanya.
 
’’Yang kami utamakan, bagaimana konsumen bisa mengoptimalkan mesin yang telah dibeli,’’ ujar Santosa. (res/c19/oki)